Jangan Meninggal setelah tahun 2013 > Opini dan Contekan tetangga

Jangan Mati Di Jakarta Setelah 2013…!

BETAPA semakin sempitnya Jakarta. Bukan hanya untuk mereka yang hidup, untuk yang mati saja kini lahan semakin sempit. Bahkan pada 2013, diperkirakan pemakaman di Jakarta sudah penuh. Warga Jakarta tampaknya perlu waspada karena tempat peristirahatan “terakhir” alias makam di ibukota kian menipis. Ketersediaan lahan tempat pemakaman umum (TPU) pun diprediksi hanya mampu ditempati hingga tahun 2013. Saat ini, areal pemakaman di Jakarta hanya ada 590 hektar yang tersebar di 95 TPU. Dari jumlah tersebut hanya tersisa 31,8 hektar. Padahal, tiap tahunnya ada sekitar 40.000 jiwa meninggal dan memerlukan tempat peristirahatan terakhir.

“Memang sejumlah tempat sudah padat seperti di TPU Joglo, Karet Bivak, Tanah Kusir,” ucap Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Catarina Suryowati, Jumat (11/3/2011). Namun, Catarina menjelaskan bahwa minimnya lahan pemakaman di Jakarta akan segera diatasi dengan pengerukan lahan baru seluas 202 hektar. “Tapi masih belum bisa dipakai, karena belum dianggarkan tahun ini,” ucapnya.

Pengerukan akan dilakukan di sejumlah lokasi seperti di TPU Pondok Ranggon, TPU Rorotan, TPU Kampung Bandan, TPU Tegal Alur, dan TPU Semper. Pengerukan lahan ini diakui Catarina bisa mencapai miliaran rupiah. “Dengan penambahan lahan ini, diperkirakan masih bisa menampung sampai tahun 2021,” ujarnya. Selain penambahan lahan, langkah lain yang dilakukan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta juga mulai mensosialisasikan sistem tumpang. Sistem tumpang hanya bisa dilakukan bagi jenazah yang masih satu keluarga dan memperoleh izin dari keluarga almarhum yang lebih dulu menempati makam itu.

Terbatasnya lahan pemakaman di Jakarta juga diakui Kasudin Pemakaman Jakarta Pusat, Leofold Pasaribu. Leofold bahkan mengungkapkan seluruh TPU di Jakarta Pusat tidak lagi bisa melakukan galian baru untuk makam. Sistem tumpang pun kini menjadi satu-satunya cara untuk menampung “penghuni” baru. Di Jakarta Pusat ada sekitar empat TPU yakni TPU Karet Bivak (16 hektar), Petamburan (1 hektar), Karet Pasar Baru (6,8 hektar), dan Kawi-kawi (4,9 hektar). Seluruhnya sudah melebihi kapasitas. “Semuanya sudah terpakai, tinggal sisanya pakai sistem tumpang saja,” ungkap Leofold.

Untuk memperluas lahan TPU pun, pemda harus berpikir ulang. Pasalnya, tanah di Jakarta Pusat sudah dipenuhi dengan gedung-gedung perkantoran dan pemerintahan. Apalagi sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, harga tanah di Jakarta Pusat pun melangit. “Sudah tidak bisa tambah lahan, karena harga tanahnya tidak terbeli,” tukas Leofold.

About khairularief

My Full Name is : Khairul Arief Rachman Date of Born : 23 February 1995 Location : Jakarta, The Mistakes City Ecucation : SDN Baru 08 | 103 JHS | SMEA 19 Nineoneo Forum : - Kaskus One O Three - GOONERS -Nineoneo |- Just Another Fans of Arsenal FC

Posted on 21 Oktober 2011, in Opini. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: