Go Green – Ganti Lampu anda ke Lampu Hemat Energi

Lampu Hemat
Ada berbagai macam cara yang bisa Sobat lakukan untuk menghemat energi. Salah satunya adalah dengan mengganti bohlam (atau biasa disebut juga lampu tungsram) dengan jenis lampu CFL. Sebuah cara yang cukup simpel tetapi ampuh. Bagaimana bisa?

Lampu CFL atau Compact Fluorescent Light atau lampu neon padat adalah jenis lampu yang menggunakan 3 formulasi fosfor untuk memancarkan cahaya. Ini berbeda dengan cara kerja bohlam yang memanaskan filamen tipis di dalamnya hingga bercahaya. Perbedaan ini menyebabkan lampu CFL bisa menghemat hingga dua pertiga energi yang dihabiskan bohlam biasa, tapi menghasilkan cahaya yang sama terangnya. Kelebihan lainnya, lampu CFL 10 kali lebih awet dan 70% lebih sedikit menghasilkan panas dibandingkan bohlam.

Dalam sebuah rumah atau bangunan, konsumsi listrik terbesar umumnya berasal dari sektor pencahayaan. Oleh karena itulah penggantian bohlam menjadi CFL akan berefek cukup besar terhadap penghematan energi. Berdasarkan lumen rating (pengukuran cahaya yang dikeluarkan), sebuah lampu bohlam 60 watt cahayanya yang sebanding dengan CFL 15 watt. Jika Sobat Bumi HijauMU mengganti 4-5 lampu bohlam menjadi CFL, hitung saja penghematan yang bisa dilakukan. Tidak hanya menghemat energi, tapi menghemat biaya listrik juga.

Lampu

Lampu CFL memiliki berbagai ukuran dan bentuk, sehingga Sobat Bumi bisa menggunakannya untuk berbagai keperluan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Nah, jika Sobat Bumi ingin mengganti bohlam konvensional dengan lampu CFL, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1 Cek bentuk dan ukuran
Lampu CFL terkadang memiliki ballast (bagian diantara tabung kaca dan ulir) yang berukuran lebih besar dari dudukan bohlam standar. Cek terlebih dahulu untuk menentukan cocok tidaknya dudukan bohlam dengan bagian-bagian lampu CFL.
2 Cek kompabilitas dengan dimmer
Jika Sobat HijauMU hendak menggunakan dimmer (saklar pengatur keredupan lampu), pastikan lampu CFL tersebut mendukung. Karena tidak semua lampu CFL bisa berfungsi dengan dimmer. Baca petunjuk pada kemasan untuk memastikan kesesuaiannya.
3 Buang CFL dengan benar
Semua lampu dengan fluorescent mengandung sejumlah merkuri, walaupun telah sampai pada batas pakai dan mulai meredup. Merkuri adalah logam berat beracun yang bisa menyebabkan masalah kesehatan jika terhirup atau tertelan dalam waktu yang lama atau jumlah yang besar. Untuk menghindari limbah merkuri, bawa lampu CFL bekas pakai ke fasilitas daur ulang.

Jika kita bisa ikut berkontribusi menghemat energi dengan cara semudah ini, mengapa tidak kita lakukan? Bahkan, jika setiap rumah di seluruh dunia mengganti 1 bohlamnya dengan CFL, penghematan energinya sama dengan ‘menyingkirkan’ 1 juta mobil dari jalanan.

Mari ganti bohlam dengan CFL, mulai dari 1 lampu, mulai dari sekarang.

About khairularief

My Full Name is : Khairul Arief Rachman Date of Born : 23 February 1995 Location : Jakarta, The Mistakes City Ecucation : SDN Baru 08 | 103 JHS | SMEA 19 Nineoneo Forum : - Kaskus One O Three - GOONERS -Nineoneo |- Just Another Fans of Arsenal FC

Posted on 5 November 2011, in Go Green. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. wow keren atikelnya…….memang sudah saatnya kita beralih ke lampu hemat energi..
    GO GREEN INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: